Nikmatnya Ngentot Ibu Mertuaku

15785 views

Cerita Seks Dewasa Nikmatnya Ngentot Ibu Mertuaku – Cerita sek dewasa ini memang sebuah kisah percintaan antara anak dan ibu mertua yang lagi kesepian. Cerita Hot dewasa di ambil dari beberapa situs dewasa yang di rangkum menjadi sebuah cerita dewasa sedarah menjadi lebih hot.

Nikmatnya Ngentot Ibu Mertuaku

Cerita dewasa bermula ketika sepanjang perjalanan pulang ke kotsaya, sudah terbayang bagaimana saya akan menyalurkan hasrat syahwat yang sudah ditahan selama sebulan. Di bayanganku, hari ini saya akan habiskan untuk bercinta habis-habisan dengan biniku. Untuk yang biasa lama pisah dengan istrinya sih biasanya sudah dapat mengatur nafsu. andai untuk orang sepertiku yang pisah hanya kadang-kadang keluar kota, menahan nafsu syahwat jadi urusan yang tidak mudah.

Pada awalnya, diantara kekesalanku terhadap biniku, saya berniat untuk mencari wanita bayaran saja. Pulang dari tugas luar kota, saya mendapat uang tambahan yang tidak sedikit dari kantor. andai setelah beberapa menit, kekesalanku sudah agak reda. Jadi Agak bimbang apakah saya jadi mencari wanita bayaran. Akhirnya saya memutuskan hanya untuk menonton film porno. Nasib…nasib…. sudah punya istri masih aja perlu film porno.

saya membuka komputerku di meja kerja dalam kamar dan mulai menyetel satu persatu koleksi film pornoku. Semuanya koleksi lama sih, sebab semenjak menikah saya sudah lagi mencari-cari film porno. Walaupun koleksi lama, lumayan asik untuk memenuhi nafsu syahwatku yang sudah diubun-ubun.

Karena saya sendiri dirumah, saya ubah tempat dudukku agar nyaman. Suara film porno saya kencangkan sedikit. Baju, Celana pendek dan celana dalam pun saya sudah tanggalkan. Kedua tanganku memijit-mijit pelan kontolku sambil membayangkan kalau kontolku yang sedang menyodok-nyodok memek pemeran wanita yang sedang mengerang-erang dilayar laptopku.

Disaat saya sedang fokus-fokusnya memijat-mijat kontolku yang sudah tegang dan besar sempurna, tiba-tiba terdengar suara… “Bang ? Lagi ngapain ?”. Gawat…. mamih mertusaya tiba-tiba sudah di pintu kamarku melihat jelas kearahku yang sedang bugil. mamih mertusaya memang memanggilku abang mengikuti biniku, walaupun sebenarnya istri dan mertusaya orang jawa tulen. Secara reflek saya segera mengambil celana dalamku dan menutupi kontolku yang sedang tegang-tegangnya. andai usahsaya sia-sia, tetap saja keadaan sangat memalukan sebab suara erangan pemeran wanita di film porno yang belum sempat saya matikan terdengar jelas.

Auu hanya terdiam sambil berusaha menutupi kontolku. mamih mertusaya yang melihat saya dari atas sampai bawah kemudian berkata “Ok, mamih keluar dulu ke ruang tamu”. Kemudian mamih mertusaya berbalik pergi. Setelah menutup pintu, saya segera memakai baju dan celansaya. Kemudian saya matikan laptopku. Setelah selesai dan bisa mengatur nafasku, saya keluar menuju ruang tamu.

“Kok datang tidak bilang-bilang bu ?” Tanysaya berbasa-basi memecahkan kecanggungan. “Kemarin kan Shanty telpon dan bilang kamu pulang hari ini, jadi mamih pikir tidak ada salahnya main kesini”. Jawab mamih mertusaya. “Shanty mana ?” tanya mamih mertusaya dengan nada agak tinggi.

“Lagi pergi dengan teman-teman lamanya bu”, jawabku menjelaskan. “Loh kok malah pergi ? Suami baru pulang malah pergi-pergi” kata mamih mertusaya dengan sedikit sewot. Kemudian mamih mertusaya mengeluarkan handphonenya untuk menelepon biniku.

“Shanty, Kamu dimana ?” kata mamih mertusaya bertanya dengan sewot. “Mas-mu ini loh baru pulang tugas luar kota kamu malah ngelayapan” omel mamih mertusaya. Terdengar biniku berusaha menjelaskan. “Yo wis, kamu pulang jam berapa ? Jangan lama-lama, kasihan mas-mu ini loh”. biniku kemudian terdengar mengatakan akan pulang sekitar jam 6 sore. mamih mertusaya pun menutup telepon dengan muka masih terlihat marah.

“Istrimu itu dari dulu enggak berubah, masih kaya anak-anak saja” kata mamih mertusaya. “Suami enggak dilayani gini, padahal mamih dulu ngasih contoh supaya ngelayani suami kayak mamih ngelayani bapak dulu” jelas mamih mertusaya. Memang mamih mertusaya terlihat sangat baik. Mungkin sewaktu bapak mertusaya masih hidup, mamih mertusaya sangat amat melayani bapak. Berbeda sekali dengan biniku yang anak satu-satunya itu, manjanya minta ampun.

Akhirnya kami berdua terdiam dengan pikiran masing-masing. Tiba-tiba mamih mertusaya bertanya memecahkan keheningan. “Lagi kepingin ya bang ?”. saya cuma tersenyum malu mendengar pertanyaan itu. “mamih juga tau kok. Dulu waktu bapak habis pulang tugas luar kota juga maunya itu melulu. Bisa sampai seharian… sampai capek mamih” kata mamih mertusaya dengan sedikit malu-malu. saya pun cuma ikut tersenyum malu.

“Trus gimana ? Si shanty masih lama tuh” tanya mamih mertusaya lagi. saya terdiam sesaat “Ya mau gimana lagi bu, self service dulu” katsaya sambil tertawa pelan. “Untung kamu enggak cari cewek-cewek nakal itu” lanjut mamih mertusaya. “Sempet kepikiran sih bu” jawabku dengan maksud bercanda. andai mamih mertusaya menjawab dengan mata sedikit melotot.

“Ya udah kamu terusin dulu sana” suruh mamih mertusaya. Tentu aja saya menolak. “Wah enggak usah bu. Lagian kan ada mamih disini” jawabku. “Apa mamih pergi dulu ?” tanya mamih mertusaya. Sebenarnya dalam hatiku ada keinginan untuk mamih mertusaya pergi dulu, supaya saya bisa menuntaskan yang tadi. andai tentu saja saya enggak enak untuk mengusir mamih mertusaya, apalagi alasannya karena itu….

“Enggak usah bu, nanti aja” jawabku. Akhirnya kami berdua kembali sama-sama terdiam cukup lama.

Dipikiranku, tentu saja masih soal seks. Dipikiran mamih mertusaya, saya tidak tahu. andai sepertinya banyak hal yang dipikirkan mamih mertusaya, sebab terlihat beliau sedikit gelisah. Tiba-tiba mamih mertusaya melihat jam tangannya dan kemudian menghela nafas. “Ok bang, sini biar mamih bantu aja”. kata mamih mertusaya.

“Bantu apa bu ?” katsaya dengan bingung. “Sini biar mamih bantu untuk ngeluarin itu” kata mamihmertusaya sambil menunjuk ke arah selanganku.

“Hah ?” saya sedikit terperangah. Memang saya sayai mamih mertusaya cukup cantik. Terlihat jelas kecantikan biniku adalah pemberian total dari mamih mertusaya. andai tidak pernah terpikir olehku untuk berbuat yang aneh-aneh dengan mamih mertusaya.

“Iya…” kata mamih mertusaya. “Kasihan kamu nahan sampai sore. Si Shanti masih berapa jam lagi pulang” lanjut mamih mertusaya. “Pakai tangan aja ya” katanya lagi. saya hanya terperangah tidak percaya.

“Mau enggak ?” tanya mamih mertusaya memastikan. “I..i.. iya bu” katsaya terbata-bata. Awalnya saya ragu, andai nafsuku sudah keubun-ubun dari tadi pagi. Sudah tidak jelas lagi mana akal sehat. Apalagi ada tawaran seperti ini.

Kemudian saya mengajak mamih mertusaya ke kamar. Dikamar saya segera melepaskan celana dan celana dalamku, kemudian saya terlentang diatas tempat tidur. mamih mertusaya kemudian mencari lotion diantara meja rias biniku.

Setelah memberikan cream lotion secukupnya ketangannya, mamih mertusaya duduk disampingku. “Jangan bilang siapa-siapa ya, terutama sama shanti” kata mamih mertusaya saat memulai memegang kontolku. “Ok bu” jawabku. kontolku pun perlahan-lahan mulai membesar kembali. mamih mertusaya sedikit terkejut saat ukuran kontolku mencapai maksimalnya.

Tidak ada kata yang terucap saat mamih mertusaya memijat-mijat kontolku. Dengan telaten tangan mamih mertusaya menggosok sisi kontolku bergantian. Telihat memang kualitas wanita yang sudah berpengalaman.

“Masih belum bang ?” tanya mamih mertusaya. saya cuma menggeleng pelan sambil keenakan. “Punya abang lumayan gede, mirip kayak punya bapak.” kata mamihmertusaya mengomentari kontolku “andai gedean ini sedikit” lanjut mamih mertusaya.

Cukup lama mamih mertusaya mengocok kontolku dengan tangannya. andai saya belum menunjukkan tanda-tanda akan keluar. Sebenarnya kocokan mamih mertusaya sangat enak, andai memang saya tidak pernah bisa orgasme kalau hanya dengan tangan atau di oral.

mamih mertusaya yang melihat saya tidak keluar juga, akhirnya mengambil tisu dan mengelap kontolku dari lotion. Kemudian secara pelan mamihmertusaya menempatkan dirinya diantara kakiku. Perlahan mamih mertusaya mulai menghisap kontolku dengan mulutnya. Sungguh sangat enak isapan mamih mertusaya. Bila dengan biniku kadang kontolku masih kena gigi, mamihmertusaya dengan sangat mulus menghisap-hisap kontolku. Sungguh sangat ingin saya mengeluarkan spermsaya dengan hisapan mamih mertusaya. andai sayang saya benar-benar tidak bisa ejsayalasi kalau hanya dengan dioral.

Cukup lama mamih mertua menghisap kontolku. Sepertinya beliau cukup lelah dengan butir-butir keringan mulai terlihat di dahinya. “Masih belum juga bang ?” tanya-nya lagi. “Lama juga ternyata” gumam mamih mertusaya. Mungkin dia sedikit menyesali keputusannya membantu saya.

Akhirnya saya beranikan diri karena sudah cukup lama mamih mertusaya menghisap kontolku. “Bu, sepertinya kalau hanya dengan mulut saja, saya susah keluar” katsaya ke mamihmertusaya. “Jadi gimana ?” tanya mamih mertusaya.

“Kalau boleh saya minta dibantuin pakai itunya mamih” katsaya lagi. “Gila kamu” kata mamih mertusaya sedikit sewot. “Ini aja pakai mulut sudah melebihi perjanjian awal tadi”. kata mamih mertusaya lagi.

“Ya sebenernya tanggung bu, sedikit lagi. Lagian juga sudah terlanjur kita begini” Katsaya merajuk. “andai kalau mamih keberatan ya tidak apa-apa” katsaya tsayat beliau tersinggung.

mamih mertusaya sedikit terdiam bimbang, sambil tangannya masih mencengkram erat kontolku. “Ok, andai ini bener-bener rahasia ya” kata mamih mertusaya akhirnya menyetujui.

mamih mertusaya kemudian melepaskan pakaiannya dan kemudian terlentang diatas tempat tidurku. saya kemudian menempatkan diriku diantara selangkangannya. saya coba menjilat memeknya, karena saya khawatir kalau memeknya masih kering. andai ternyata memeknya sudah banjir. Mungkin selama dia memijit dan menghisap kontolku dia juga ikut terangsang. andai wajar saja, namanya juga sudah lama tidak dijamah lelaki.

saya kemudian menempatkan badanku diatasnya, dengan kontolku sudah menjulang kearah memeknya. “Permisi bu” katsaya pelan sebelum saya memasukkan kontolku ke dalam memeknya. Perlahan saya dorong kontolku ke memeknya. Memeknya memang sudah sangat basah, andai sangat menjepit karena memeknya sudah lama tidak diterobos kontol.

“Ugh…” lenguh mamih mertusaya saat kontolku masuk dengan sempurna ke dalam memeknya. saya pun mulai menggoyang pantatku untuk mengeluar masukkan kontolku dari memek mamih mertusaya. “Pelan-pelan bang, mamih sudah lama enggak ngentot” kata mamih mertusaya saat saya mulai menaikkan irama goyanganku.

Pertempuranpun dimulai, saya mulai menaikkan irama goyanganku sambil sesekali meremas dam menjilat payudaranya. mamih mertusaya tidak banyak memberikan perlawanan, andai sesekali empotan ayam dimemeknya sangat kerasa.

Tiba-tiba lenguhan mamih mertusaya semakin keras, sepertinya mamih mertusaya sedikit lagi orgasme. saya mulai mempercepat goyanganku dengan kadang-kadang menusuk memeknya dengan dalam. Lenguhannnya makin keras dan makin tidak beraturan. Dan pada akhirnya mamih mertusaya melenguh sangat keras dengan tangannya mencengkram erat tubuhku.

“Ah…. sudah lama enggak ngerasain kayak gini” kata mamih mertusaya setelah agak tenang. saya pun mulai menggerakkan lagi kontolku didalam memeknya yang semakin licin.

“Cepet keluarin bang, mamih udah capek” minta mamih mertusaya. “Kamu ini, istrimu enggak ada jadi mamih yang ketiban sial” lanjut mamih mertusaya

“Ketiban sial apa ketiban enak bu ?” tanysaya bercanda. mamih mertusaya membalas dengan mencubit pinggangku.

Akhirnya saya merasa ingin ejsayalasi, tusukkan saya perdalam, dan akhirnya saya keluarkan spermsaya yang sudah bertumpuk selama satu bulan ke dalam memek mamih mertusaya.

Setelah beristirahat sebentar, saya dan mamih mertusaya memakai baju masing-masing dan kemudian menunggu biniku sampai kerumah dengan bersikap seperti biasa.

Setelah itu saya kembali mengulangi persetubuhanku dengan mamih mertusaya kalau ada kesempatan. Pokoknya kalau mamih mertusaya meneleponku dengan berbicara ngalor-ngidul, bearti dia meminta saya datang kerumahnya atau mengajak ke hotel untukemngulangin lagi persetubuhan kami.

Tags: #Cerita Dewasa #Cerita Sedarah #Cerita Seks #Ibu Mertua #Ngentot Mertua #Nikmatnya Ngentot

Viagra
Download Full Image
No related post!